Faktahariini24 , Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan di Indonesia. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan cadangan yang memadai dengan harga yang masih terjangkau bagi masyarakat.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyatakan bahwa berbagai komoditas pangan utama seperti beras, jagung, telur, ikan, hingga daging ayam masih tersedia dalam jumlah cukup di dalam negeri.
“Apapun yang terjadi di Timur Tengah, untuk urusan pangan kita siap. Stoknya cukup dan harganya juga masih terjangkau. Beras, jagung, telur, ikan, ayam semuanya ada. Memang harga cabai sempat naik, tapi sekarang mulai turun,” ujar Zulhas saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan bahwa ketersediaan pangan nasional bahkan berada pada kondisi yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Zulhas, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari raya Idul Fitri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah dengan dukungan subsidi dari pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah seperti bupati dan wali kota juga ikut menyiapkan pasar murah di kecamatan dan kelurahan. Subsidi harga bisa diambil dari berbagai sumber anggaran, termasuk dari dana terkait energi maupun pos anggaran tertentu,” jelasnya.
Selain pasar murah, pemerintah pusat juga memberikan stimulus lain bagi masyarakat, seperti potongan harga tiket transportasi, termasuk tiket kereta api dan pesawat, guna meringankan beban masyarakat menjelang periode mudik.
Tidak hanya soal pangan, Zulhas juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak tetap dalam kondisi aman meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas. Ia menyebut cadangan BBM nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 30 hari ke depan.
“BBM juga aman. Stok kita tersedia sampai sekitar 30 hari,” tutupnya.