Akibat penyiraman air keras ini Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
faktahariini24 ,Jakarta – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden tersebut diduga dilakukan oleh orang tak dikenal dan menimbulkan luka serius pada korban.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, di antaranya kedua tangan, wajah, dada, serta area mata. Kondisi tersebut membuatnya harus segera mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast yang dibahas dalam kegiatan tersebut mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelah kejadian, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar dengan tingkat sekitar 24 persen dari total permukaan tubuh.
Menurut Andreas, tindakan kekerasan tersebut patut diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap pihak yang menyuarakan kritik, khususnya para pembela hak asasi manusia.
“Tindakan penyiraman air keras ini sangat memprihatinkan dan diduga menjadi cara untuk membungkam suara kritis masyarakat, terutama para aktivis HAM,” ujar Andreas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Desakan Ungkap Motif Pelaku
Andreas juga menekankan bahwa aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menilai, berdasarkan sejumlah regulasi seperti Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM serta aturan perlindungan terhadap pembela HAM, negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada para aktivis.
Ia mendesak kepolisian untuk segera mengidentifikasi pelaku serta mengungkap motif di balik serangan yang dinilai sangat tidak manusiawi tersebut.
“Penegak hukum harus mampu menemukan pelaku dan menjelaskan motif di balik kejadian ini,” tegasnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3/2026). Saat itu Andrie sedang mengendarai sepeda motor ketika tiba-tiba seseorang menyiramkan cairan berbahaya ke arah dirinya.
Akibat serangan tersebut, korban terjatuh dari kendaraan dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan itu.
Korban kemudian meminta bantuan rekannya yang berinisial RFA (30) sebelum akhirnya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.