Faktahariini24 ,Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia tidak terlibat sebagai pengusul bersama dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 2817 yang membahas peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri, Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menilai isi resolusi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keseimbangan.
“Indonesia memang tidak tercatat sebagai co-sponsor dalam Resolusi DK PBB Nomor 2817,” ujar Nabyl dalam konferensi pers yang digelar Jumat (13/3), sebagaimana dikutip dari rilis yang disampaikan oleh Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia.
Sebelumnya, pada Rabu (11/3), Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan Resolusi 2817 yang berisi kecaman terhadap tindakan Iran atas serangan yang dilakukan ke sejumlah wilayah negara tetangga di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Resolusi tersebut mengecam serangan Iran yang dilaporkan terjadi di beberapa negara kawasan, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Dewan juga mengutuk keras serangan yang menyasar kawasan permukiman serta fasilitas sipil.
Selain itu, resolusi tersebut meminta Iran segera menghentikan berbagai tindakan ancaman dan provokasi yang berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan maritim di kawasan tersebut.
Resolusi ini disetujui oleh 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, sementara dua negara lainnya, yaitu China dan Rusia, memilih untuk tidak memberikan suara atau abstain. Secara keseluruhan, hampir 140 negara anggota PBB mendukung resolusi tersebut, meskipun Indonesia tidak tercatat sebagai salah satu negara pengusul bersama.
Nabyl menambahkan bahwa Indonesia tetap menghargai upaya untuk melibatkan banyak pihak dalam proses penyusunan resolusi. Namun, menurutnya, prinsip keseimbangan harus tetap dijaga agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya tegas, tetapi juga adil bagi seluruh pihak yang terlibat.
Lebih lanjut, Indonesia menilai pendekatan diplomasi masih menjadi langkah paling efektif dalam meredakan konflik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
“Indonesia memandang penyelesaian konflik harus terus ditempuh melalui jalur damai dan diplomasi, dengan tetap menekankan prinsip keseimbangan serta keterlibatan semua pihak,” tutup Nabyl.